Selasa, 11 Februari 2014



#30HariMenulisSuratCinta #PosCinta
Day 11


Hari ini, saya ingin bicara tentang rasa kehilangan yang datang tiba-tiba. Ia seperti datang tanpa mengetuk pintu. Tiba-tiba masuk lalu tinggal di dalam. Ini pun tentang kamu, orang asing yang sekejap juga sebentar menjadi dekat. Bukan karena kedekatan yang kerap selama bertahun-tahun. Tetapi karena rasa kaget dengan pertemuan yang kembali dan percakapan-percakapan singkat yang bersilang menjadi satu. Yang begitu kamu tidak datang, ia melahirkan perasaan baru bernama kehilangan dan malu untuk mencari.

Kamu mengertikah, kehilangan seperti ini adalah kehilangan yang tidak akan pernah mudah untuk dipahami? Kehilangan yang memberikan beberapa ruang untuk waktu yang menjadi hening. Tetapi waktu-waktu itu tidak akan bisa terdefinisi. Ia meluruhkan asal mula perkiraan tentang siapa dan mengapa. Meninggikan terus kesunyian yang tidak berbentuk. Seperti malam yang selalu mengakrabi doa dalam heningnya. Yang menghadirkan doa-doa bersuara lirih. Bukan kata-kata lantang yang bernada tinggi.

Dengan semua ini, kamu seolah meyakinkan saya bahwa segala rupa percakapan-percakapan di antara kita telah selesai. Bahwa yang tinggal hanya sisa-sisa perjalanan yang tetap hidup dalam ingatan. Bahwa semua ini telah lahir dari pertemuan yang tiba-tiba, yang tidak akan pernah saya mengerti selamanya, yang tidak satupun kamu jabarkan dalam baris kalimat mengapa sampai tercipta kehilangan, padahal kamu tidak benar-benar menghilang.

Atau mungkinkah, waktu telah mengembalikan kamu pada sepasang keadaan seperti sebelumnya? Keadaan di mana kita adalah dua orang kawan lama yang tidak pernah bertemu juga tidak pernah berbagi cerita dan canda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar