#30HariMenulisSuratCinta #PosCinta
Day 11
Hari ini, saya
ingin bicara tentang rasa kehilangan yang datang tiba-tiba. Ia seperti datang
tanpa mengetuk pintu. Tiba-tiba masuk lalu tinggal di dalam. Ini pun tentang
kamu, orang asing yang sekejap juga sebentar menjadi dekat. Bukan karena
kedekatan yang kerap selama bertahun-tahun. Tetapi karena rasa kaget dengan
pertemuan yang kembali dan percakapan-percakapan singkat yang bersilang menjadi
satu. Yang begitu kamu tidak datang, ia melahirkan perasaan baru bernama kehilangan
dan malu untuk mencari.
Kamu mengertikah,
kehilangan seperti ini adalah kehilangan yang tidak akan pernah mudah untuk dipahami? Kehilangan
yang memberikan beberapa ruang untuk waktu yang menjadi hening. Tetapi
waktu-waktu itu tidak akan bisa terdefinisi. Ia meluruhkan asal mula perkiraan
tentang siapa dan mengapa. Meninggikan terus kesunyian yang tidak berbentuk.
Seperti malam yang selalu mengakrabi doa dalam heningnya. Yang menghadirkan
doa-doa bersuara lirih. Bukan kata-kata lantang yang bernada tinggi.
Dengan semua
ini, kamu seolah meyakinkan saya bahwa segala rupa percakapan-percakapan di antara
kita telah selesai. Bahwa yang tinggal hanya sisa-sisa perjalanan yang tetap
hidup dalam ingatan. Bahwa semua ini telah lahir dari pertemuan yang tiba-tiba,
yang tidak akan pernah saya mengerti selamanya, yang tidak satupun kamu
jabarkan dalam baris kalimat mengapa sampai tercipta kehilangan, padahal kamu
tidak benar-benar menghilang.
Atau mungkinkah,
waktu telah mengembalikan kamu pada sepasang keadaan seperti sebelumnya?
Keadaan di mana kita adalah dua orang kawan lama yang tidak pernah bertemu juga
tidak pernah berbagi cerita dan canda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar