Jumat, 28 Februari 2014


#30HariMenulisSuratCinta #PosCinta
Day 28


Kita belum bertemu lagi, yang seperti biasa dengan kikuknya, dengn serba salahnya, dengan gayamu yang suka terlambat-terlambatnya. Entah karena saya bersalah dan kamu merasa benar. Atau mugkin karena memang tidak perlu kita rangkai pertemuan yang seringkali hanya untuk menghabiskan waktu, mengusir pergi sepi. Kamu seperti tak ingin lagi melihat saya ada.

Sementara saya, menyesali tanggal lima belas lalu, yang mengatakan tidak bisa ketika kamu ajak bertemu. Lalu, berganti kamu yang selalu bilang tidak bisa dengan berbagai alasan, khasmu. Apa kabar tubuhmu? Lengan yang nyaman yang sempat kamu tawarkan untuk menjadi pegangan saat saya takut berada di ketinggian Teras Kota. Mata yang selalu berisi bintang kecil saat kamu bercerita tentang hari-hari yang melelahkan juga kejadian-kejadian lucu di jalan raya. Kaki yang selalu melangkah pasti saat berjalan bersama, meski terkadang kamu berada di depan tidak sejajar di samping saya.

Bagaimana kamu? Ketika kamu tidak dapat lagi menunjukkan apa-apa di depan saya, ketika kita tidak sedang sama-sama. Ketika sekarang, beberapa kebiasaan akhirnya sedikit banyak bisa disebut sebagai satu titik kenangan yang berlalu begitu saja.

Barangkali kamu masih seperti kemarin. Baik, tidak begitu pandai mendengarkan saya bercerita dan pandai membuat saya tertawa. Walau hanya tentang jalan-jalan berlubang yang selalu membuat air mukamu berubah menjadi panik dan penuh maaf. Yang selalu kamu jelaskan sebagai sebuah keadaan yang apa boleh buat. Jalanan di luar gelap, apalagi ditutup derasnya hujan.

Tetapi, kamu pasti tahu, setiap laut punya batasnya sendiri. Barangkali bagimu itu semua tidak penting dan lebih penting pergi menjauh dari berbagai tegur sapa. Tetap berbahagia dengan apa yang berada di sekelilingmu. Dan melupakan satu, dua, tiga kejadian pada pertemuan-pertemuan yang tadi saya sebutkan. Dan meminta saya untuk segera tersenyum menghadapi sesudahnya. Hingga setelahnya yang tercipta hanyalah jarak-jarak yang melelahkan sedang kamu tidak peduli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar