#30HariMenulisSuratCinta
#PosCinta
Day 9
"Jika suatu hari kamu bisa lebih berani lagi untuk memperlihatkan diri, bicaralah, jangan diam."
Di 'Day 1' yang
lalu, sudah terlanjur bilang bahwa akan menulis tentang kamu selama 30 hari ya?
Boleh ganti, nggak? Tentang pekerjaan yang akhir-akhir ini menjadi teman paling
akrab? Semua timeline kerja sedang hectic tetapi produktif. Boleh?
Mengapa
tiba-tiba jadi ingin mengganti topik? Orang yang pergi baiknya tidak perlu
ditanya-tanya lagi bukan? Sebab saya tahu, kamu sudah memilih cara yang paling
mudah; dengan hilang begitu saja, dan tidak memberi pesan apa-apa.
Sebenarnya,
bukan hal sulit melanjutkan #30HariMenulisSuratCinta ini tentang kamu, jika
kamu memang orang yang pantas untuk dibahas 30 hari berturut-turut. Namun,
dalam segal hal, saya sudah kehabisan cerita tentangmu. Seperti malam
selalu diseimbangkan dengan siang. Pergi diseimbangkan dengan pulang. Begitu
juga datang, selalu diseimbangkan dengan hilang. Dan hilang ini tidak hanya
membuat tanya, tetapi juga membuat saya lelah.
Satu minggu yang
lalu, saya memang seperti benar-benar kehilanganmu. Saya mencoba mencari.
Tetapi tempatmu malah semakin tidak terlihat. Detik ketika kehilanganmu terasa
sangat memilukan, tiba-tiba saya teringat pesan seorang teman; "tidak
perlu lagi kamu mencari-cari orang yang sengaja pergi. Hidup bukan untuk
membuang-buang waktu memikirkan orang yang menghindarimu. Dia pergi, karena
tidak ingin diam denganmu." Juga tentang semua yang berawal dari
melepaskan.
Saya diam mendengar semua. Lalu ingat, ternyata saya memiliki
keluarga yang selalu ada tanpa diminta. Sahabat-sahabat baik yang datang
bergantian kemudian pergi lagi, tanpa pernah menghilang. Teman-teman yang
menyenangkan tanpa perlu menukarkan kekhawatiran. Dan terakhir, saya merasa, saya hanya terjebak dengan rasa nyaman berada di dekatmu berjam-jam. Bisa jadi,
di situlah tempat saya kemarin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar