#30HariMenulisSuratCinta
#PosCinta
Day 5
Hari kelima,
masih tentang kamu. Saya sebenarnya sudah tidak ingin bolak-balik menuliskan
tentang kamu, tentang kamu. Tapi tadi siang, tiba-tiba teman sekolah kita dulu
menyapa saya via whatsapp. Lalu saya iseng bertanya tentang kamu. Itu pun tidak
sengaja karena dia keburu memanggil saya dengan namamu. “Pernah denger gossip nggak enak soal dia, nggak?”
“Ada,” balasnya secepat kilat. Tidak seperti kamu yang selalu butuh waktu berlama-lama untuk
hanya sekedar membalas pesan-pesan saya. Saya tiba-tiba gemetar. Deg-degan
takut gossip itu seputar hal-hal yang menyakitkan telinga. Walaupun penasaran,
tetapi, untuk hal-hal yang menyakitkan, saya merasa lebih baik tidak tahu
apa-apa. “Gosipnya, lo sering nge-tag dia di Path padahal dia nggak main
Path. Haha. Nggak ada Lin, udah lama nggak ketemu.” *tarik napas*
Puji Tuhan.
Segala Puji Bagi Allah. Saya lega, ternyata bukan seputar reputasi buruk, misalnya ternyata kamu sekarang sedang punya pacar atau apalah yang rata-rata
perempuan takutkan. Saya lega, lalu beberapa kali dia bertanya ada apa kita.
Berkali-kali saya menjawab, kita berteman. Dia bilang itu bisa-bisanya saya saja.
Padahal memang begini adanya. Dia tidak tahu, berapa lama, saya kehilangan
kabarmu. Iya, saya sedang kehilangan kabar temannya. Mungkin dia, juga saya,
bukan orang yang lihai membaca hati. Buktinya, semua tentang kamu hari
ini, blank. Kalau saya harus menuliskannya di atas kertas tentang kamu saat
ini, saya hanya akan menandai kertas itu dengan titik yang sangat kecil.
Sisanya, akan saya biarkan kertas itu tetap putih dan kosong, sampai kamu
sendiri yang mengisinya hingga penuh. Saya tinggal membacanya, lalu memahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar