
Kamu memang
pergi meninggalkan saya, tapi cintamu, telah lebih dulu kamu tanggalkan di
tempat terdalam dari diri saya. Ia bertahan lalu kami menjadi teman. ”Saya
pergi!” katamu. Lantas, kamu saya biarkan. Kelak kamu akan mengerti, diantara
kita, siapakah yang sebenarnya paling mencintai.
Kamu mengajarkan
saya bagaimana mencintai, dan saya melakukannya. Tapi ketika kamu pergi, kamu
lupa, mengajarkan saya, bagaimana caranya melupakan. Dan sampai hari ini kamu
tidah bisa tergantikan. Mungkin selamanya kamu akan menjadi satu-satunya
pilihan.
Bukan! Bukan
saya tidak mampu pergi darimu, saya hanya lupa, bagaimana caranya berdiri
setelah saya menjatuhkan diri di pelukanmu. Belantara cinta dan sayangmu.