Kamis, 13 Februari 2014

Teduh Meneduhkan


10.46 – A:
Aku ngantor. Siang ketemu di TIM ya.

15.28 – B:
Sudah selesaikah urusanmu?

17.01 – A:
Kemari.

19.33 – B:
Tunggu di Bata Merah, ya.

19.37 – A:
Sebentar aku ke kamu.

19.54 – B:
Mas, maaf ya menunggu lama. Aku baru bisa keluar jam segini.

19.54 – A:
Lho, santai saja. Lelaki nasibnya menunggu.




Hari ini saya belajar tentang nasib laki-laki. Dari seorang yang baik. Bahwa sudah menjadi nasibnya laki-laki untuk menunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar