Januari, Februari,
Maret…
Perlahan, tapi
pasti. Memasuki tahun dengan harapan yang indah. Mengisinya dengan doa, dan
kerja keras. Ah, Februari terlalu cepat berlalu. Dan Maret terlalu cepat datang
ke arah saya.
Ada kenangan
yang belum juga bisa lepas dari bulan yang bernama Maret ini. Bulan dimana
dimulainya ribuan hari dan diakhiri berjuta cerita. Bukan hal yang mudah untuk
pura-pura lupa tentang cerita (yang saya sebut) cinta. Pernah sama-sama sepakat
mengikat janji. Juga pernah sama-sama berbahagia merayakan hari jadi di bulan
ini. Saya mencintai kenangannya. Mencintai cerita-cerita di dalamnya.
Mengikhlaskan
tidak selalu harus melupakan, bukan?
Saya mengakhiri
perjalanan panjang di bulan ini tepat satu tahun yang lalu. Saya dan dia
sepakat, menyudahi apa yang kita mulai bersama. Berbeda dalam segala hal,
termasuk dalam cinta. Saya memilih pergi meninggalkannya dengan cara yang tidak
begitu baik. Banyak yang menyangkan, termasuk diri saya sendiri ketika itu.
Tetapi, inilah cara-Nya menjelaskan, yang baik bagi saya belum tentu baik
bagi-Nya.
Tertatih
berjalan sendiri. Saya dan dirinya sama-sama belajar untuk tidak saling
mengganggu lagi. Sempat ada pertengkaran, ketika harus mengekspresikan
letup-letup api cemburu, sedangkan cinta sudah tidak lagi menjadi alasannya.
Sekarang jika
bulan ini datang, saya hanya bisa melihat kebelakang. Bahwa pernah ada cerita,
yang tidak ingin saya ulangi lagi, pun tidak ingin saya ceritakan lagi.
Harusnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar