Kamis, 01 Maret 2012

Bulan Maret


Januari, Februari, Maret…

Perlahan, tapi pasti. Memasuki tahun dengan harapan yang indah. Mengisinya dengan doa, dan kerja keras. Ah, Februari terlalu cepat berlalu. Dan Maret terlalu cepat datang ke arah saya.

Ada kenangan yang belum juga bisa lepas dari bulan yang bernama Maret ini. Bulan dimana dimulainya ribuan hari dan diakhiri berjuta cerita. Bukan hal yang mudah untuk pura-pura lupa tentang cerita (yang saya sebut) cinta. Pernah sama-sama sepakat mengikat janji. Juga pernah sama-sama berbahagia merayakan hari jadi di bulan ini. Saya mencintai kenangannya. Mencintai cerita-cerita di dalamnya.

Mengikhlaskan tidak selalu harus melupakan, bukan?

Saya mengakhiri perjalanan panjang di bulan ini tepat satu tahun yang lalu. Saya dan dia sepakat, menyudahi apa yang kita mulai bersama. Berbeda dalam segala hal, termasuk dalam cinta. Saya memilih pergi meninggalkannya dengan cara yang tidak begitu baik. Banyak yang menyangkan, termasuk diri saya sendiri ketika itu. Tetapi, inilah cara-Nya menjelaskan, yang baik bagi saya belum tentu baik bagi-Nya.

Tertatih berjalan sendiri. Saya dan dirinya sama-sama belajar untuk tidak saling mengganggu lagi. Sempat ada pertengkaran, ketika harus mengekspresikan letup-letup api cemburu, sedangkan cinta sudah tidak lagi menjadi alasannya.

Sekarang jika bulan ini datang, saya hanya bisa melihat kebelakang. Bahwa pernah ada cerita, yang tidak ingin saya ulangi lagi, pun tidak ingin saya ceritakan lagi. Harusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar