#30HariMenulisSuratCinta
#PosCinta
Day 29
Saya mulai
mengerti hal-hal yang kamu batasi dalam setiap pembicaraan kita. Ketika kamu memberi
saya alasan kenapa kamu kebablasan tidur padahal baru saja semenit yang lalu
kamu bertanya, atau ketika kamu membalas pesan hanya untuk menjawab pertanyaan,
atau ketika kamu membuat alasan yang sebenarnya kurang masuk akal.
Pada batasan
itu, saya seperti merasakan ada yang hilang dari sebelumnya namun menjadi
biasa. Kabar yang tidak pernah datang meski selalu saya cari. Juga tentang kamu
dari hari ke hari yang semakin entah menjadi apa. Tahu-tahu, saya mendapat
kabar kamu sudah begini, sudah begitu, dengan jarak yang jauh dari sebelumnya.
Kabar resign
yang saya tunggu-tunggu. Juga tentang cerita makalahmu yang saya harapkan
menjadi alasan kamu menjauh. Tetapi ternyata bukan itu. Penyebab yang paling
jelas sebenarnya karena kamu bukan menjadi apa-apa. Bukan juga menjadi
siapa-siapa dalam diri saya. Kali ini, (mungkin sejak kemarin-kemarin), saya
hanya ingin bertemu dan cari tahu, sebenarnya, kenapa saya selalu memikirkan
kamu. Entah karena ada sesuatu yang saya suka karena ternyata kamu berbeda,
atau hanya rindu karena beberapa kali kita pernah bertemu.
Kalaupun rindu,
saya tidak tahu apakah kerinduan ini akan bertahan lama, atau malah akan cepat
hilang dilewati waktu. Tapi, saya ingin tetap menuliskannya dalam cerita setiap
kali saya merasakan kamu tidak ada, setiap kali saya merasa kehilangan, hingga
suatu hari, entah sengaja atau tidak sengaja kamu bacakan juga di depan saya –
jika saya cukup berani untuk mendengarnya lagi. Agak kita berdua tahu, saya
memikirkanmu sejak detik ini meski tanpa kesepakatan bahwa kamu pernah ada di
dalam kebersamaan. Walau tidak pernah ada kata cinta sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar