#30HariMenulisSuratCinta #PosCinta
Day 30
Setelah tiga
puluh hari menjajak dalam pikiran. Akhirnya saya kelelahan sendiri, akhirnya saya
menjadi hanya-mengetahui-namamu dari jauh. Padahal sampai hari ini, sebenarnya,
kamu seperti sudah membangun taman di dalam hati.
Seperti taman,
kamu seolah memiliki kubik-kubik kecil yang berisi bermacam-macam jenis tanaman
karaktermu. Berbeda satu kubik dengan kubik lainnya. Kamu tanamkan juga
rerumputan yang terhampar luas di taman, menyusun banyak keindahan namun penuh
kekosongan. Tamanmu terlalu luas untuk ditempati hanya oleh satu pribadi yang
mungkin mengagumimu.
Mungkin kamu
sendiri yang menuntun saya bermain di hamparan tamanmu yang luas. Sungguh
sangat menyenangkan rasanya, menikmati berbagai aroma bunga dari tubuhmu yang
ramping kekurusan, pemandangan yang kamu sajikan dalam senyum dan canda, kata-kata
sejukmu yang membasuh lelah, juga langit malam yang kamu antarkan untuk saya di
taman. Kalau saja, hal itu bisa terjadi setiap hari, mungkin saya tidak perlu
bermimpi lagi.
Bila suatu hari,
entah pagi, entah siang, entah senja atau malam, kita bertemu lagi, jangan ragu
untuk mengajak saya bicara dan membuat saya tertawa. Bila suatu hari kita bertautan
lagi, saya akan membuatkanmu kopi panas di taman milikmu sendiri dan kita
nikmati hingga pagi datang, hingga tanpa sadar kita terkejut karena matahari
terbit dan fajar menghilang tiba-tiba.
…
Akhirnya, surat
ini saya tutup dari ujung tamanmu. Karena pagi yang sebenarnya sudah datang
meski kamu tidak ada. Meski sebenarnya kehadiranmu selalu menjadi kemauan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar