Sabtu, 25 Januari 2014

The Secret of Walter Mitty


Ini adalah film pertama yang saya tonton pada tahun 2014. Dengan Bayu. Biasanya, saya hanya akan menonton film setelah saya tahu jalan ceritanya melalui sinopsis atau review dari penonton sebelumnya. Atau, jika film tersebut diangkat dari sebuah novel, maka saya akan menyaksikan dulu bagaimana karakter novel tersebut. Rumit? Ya. Tetapi kerumitan itu beralasan.Berbeda dengan kali ini. Atas permintaan Bayu, saya akhirnya menonton The Secret of Walter Mitty.

Mungkin kita semua adalah Walter Mitty. Mungkin kamu pun adalah Walter Mitty. Atau sebenarnya saya dan kamu adalah Walter Mitty, yang memiliki kehidupan membosankan dan terjebak pada rutinitas sehari-hari. Bangun pagi, lalu melawati hari yang itu-itu lagi. Bekerja di tempat yang sebenarnya kita inginkan, atau justeru di tempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita sampai lupa bagaimana caranya bersenang-senang. Bagaimana caranya melakukan petualangan dalam hidup.

Mungkin, satu-satunya petualangan yang dapat Walter Mitty lakukan adalah melamun. Membayangkan banyak hal yang seharusnya dapat ia lakukan jika saja ia tidak terjebak pada rutinitas di kantor majalah yang paling terkenal itu. Mitty seolah membangun kehidupannya yang lain dalam lamunannya. Saya? Saya tidak ingin seperti Mitty. Yang hanya mampu merasakan petualangan hidup dalam lamunan saja. Walaupun sebenarnya, saya dan Mitty sama-sama mempunyai kehidupan lain yang sering melintasi lamunan.

Sampai pada akhirnya, ada sebuah kejadian yang mampu mendobrak keberanianannya untuk memulai petualangan dalam hidupnya. Menemukan potongan foto yang akan menjadi cover untuk majalahnya. Seperti pada dunia yang nyata. Terkadang, hidup memang membutuhkan kejadian-kejadian kecil yang tidak pernah terduga untuk membuat sebuah perubahan besar. Mengajak nyali-nyali melakukan pembuktian bahwa bertualang bukan berati menantang.

Jika bagian yang kecil itu bisa disebut sebagai dunia yang lain dari setiap manusia, saya rasa, semua dari kita pasti memiliki dunia lain itu yang kita simpan, sambil berharap, suatu hari nanti dunia itu akan kita datangi. Dan kita akan bertarung untuk memilikinya. Bahkan sekedar untuk menemukan diri sendiri. Dengan menyusun sebuah hidup yang besar, lalu memulai perjalanan yang panjang.

Dari seorang Walter Mitty saya belajar untuk melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Menyuunn hidup yang besar lalu melakukan perjalanan panjang tersebut adalah pertarungan untuk mendapatkan dunia yang saya inginkan. Seperti tahun ini, ketika saya menginginkan banyak hal besar terjadi dalam hidup saya. Sambil saya pelan-pelan mengumpulkan keberanian untuk memenangkan hidup yang akan saya pertaruhkan. Sampai saya menemukan jurnal perjalanan yang indah dan bisa saya banggakan. Bukan untuk diperhatikan banyak orang, tetapi untuk catatan dalam diam ketika sedang merasa terjebak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar