Ini adalah film
pertama yang saya tonton pada tahun 2014. Dengan Bayu. Biasanya, saya hanya
akan menonton film setelah saya tahu jalan ceritanya melalui sinopsis atau
review dari penonton sebelumnya. Atau, jika film tersebut diangkat dari sebuah
novel, maka saya akan menyaksikan dulu bagaimana karakter novel tersebut.
Rumit? Ya. Tetapi kerumitan itu beralasan.Berbeda dengan kali ini. Atas
permintaan Bayu, saya akhirnya menonton The Secret of Walter Mitty.
Mungkin kita
semua adalah Walter Mitty. Mungkin kamu pun adalah Walter Mitty. Atau
sebenarnya saya dan kamu adalah Walter Mitty, yang memiliki kehidupan
membosankan dan terjebak pada rutinitas sehari-hari. Bangun pagi, lalu melawati
hari yang itu-itu lagi. Bekerja di tempat yang sebenarnya kita inginkan, atau
justeru di tempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita sampai lupa
bagaimana caranya bersenang-senang. Bagaimana caranya melakukan petualangan
dalam hidup.
Mungkin,
satu-satunya petualangan yang dapat Walter Mitty lakukan adalah melamun.
Membayangkan banyak hal yang seharusnya dapat ia lakukan jika saja ia tidak
terjebak pada rutinitas di kantor majalah yang paling terkenal itu. Mitty
seolah membangun kehidupannya yang lain dalam lamunannya. Saya? Saya tidak
ingin seperti Mitty. Yang hanya mampu merasakan petualangan hidup dalam lamunan
saja. Walaupun sebenarnya, saya dan Mitty sama-sama mempunyai kehidupan lain
yang sering melintasi lamunan.
Sampai pada
akhirnya, ada sebuah kejadian yang mampu mendobrak keberanianannya untuk
memulai petualangan dalam hidupnya. Menemukan potongan foto yang akan menjadi
cover untuk majalahnya. Seperti pada dunia yang nyata. Terkadang, hidup memang
membutuhkan kejadian-kejadian kecil yang tidak pernah terduga untuk membuat
sebuah perubahan besar. Mengajak nyali-nyali melakukan pembuktian bahwa
bertualang bukan berati menantang.
Jika bagian yang
kecil itu bisa disebut sebagai dunia yang lain dari setiap manusia, saya rasa, semua
dari kita pasti memiliki dunia lain itu yang kita simpan, sambil berharap,
suatu hari nanti dunia itu akan kita datangi. Dan kita akan bertarung untuk
memilikinya. Bahkan sekedar untuk menemukan diri sendiri. Dengan menyusun
sebuah hidup yang besar, lalu memulai perjalanan yang panjang.
Dari seorang
Walter Mitty saya belajar untuk melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Menyuunn
hidup yang besar lalu melakukan perjalanan panjang tersebut adalah pertarungan untuk
mendapatkan dunia yang saya inginkan. Seperti tahun ini, ketika saya
menginginkan banyak hal besar terjadi dalam hidup saya. Sambil saya pelan-pelan
mengumpulkan keberanian untuk memenangkan hidup yang akan saya pertaruhkan. Sampai
saya menemukan jurnal perjalanan yang indah dan bisa saya banggakan. Bukan
untuk diperhatikan banyak orang, tetapi untuk catatan dalam diam ketika sedang
merasa terjebak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar