Nay! Kenapa?
Setelah hari-hari yang dilewati semakin berarna, cerah, kelabu, shocking, soft,
dan berbagai kelompok warna lainnya, akhirnya saya mengerti, hidup takkan lagi
semudah ekspektasi dan resolusi. Makanya semakin tua, semakin saya mendengar, “sudah
lah, nggak usah berharap banyak.” Yang terkadang bikin kita jadi jalan di
tempat. Tetapi, beban rasanya hilang. Terutama karena tidak berekspektasi
tinggi terhadap apapun dari siapapun.
Sebelumnya, saya
dalah orang yang selalu rumit dengan target. Short term maupun long term.
Setting short term target, lalu temple di dinding. Fokus, tandai. Kalau tidak
tercapai? Nyaris down. Nyaris. Atau perihal long term target, belum sampai
waktunya jatuh tempo, saya sudah stress, “akan tercapai nggak ya?” Selalu
begitu. Makanya hampir tidak ada waktu memikirkan pasangan karena hal itu tidak
termasuk dalam short target, dan kalau bisa memang jangan dulu. Saya masih mau
kerja gila-gilaan. Begitu alibinya setiap kali ditanya kenapa saya masih sendiri.
Rasanya, mulai
hari ini saya ingin menjalani hidup lebih apa adanya. Alasannya karena beberapa
sudah tercapai, beberapa mundur, dan beberapa mengalami perubahan prioritas
seiring berubhnya waktu dan usia. Tahun ini, mudah-mudahan tidak sekedar wacana,
saya ingin menjadikan tahun yang sangat fleksibel. Dinamis, tidak lagi statis
seperti tahun sebelumnya.
Bahasa yang
sangat klasik memang, kalau tidak mau kecewa, jangan pernah berharap apa-apa.
Ada benarnya, berharaplah pada hal-hal yang sudah pasti saja. Tetapi, di waktu
yang lain, bahasa klasik itu di bantah oleh seorang Bong Chandra. “Hidup yang
tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah kita menangkan,” katanya. Jadi,
bagaimana? Harus kembali bahwa kita harus membuat list pertaruhan hidup seperti
saya kemarin? Atau memegang teguh bercandaan seorang teman yang hampir basi. “Kamu
jangan lupa bahagia ya, nanti matik.”
Toh hidup
ujung-ujungnya apa sih, kalau bukan untuk bahagia? Lahir dan batin. In sha
Allah kalau bisa malah di dunia dan akhirat. Yang jadi pertanyaan, mungkin
nggak, kebahagiaan yang akan menjadi milik kita, bisa kita raih tanpa target?
Jadi, resolusi bagaimana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar