yang menghadiahi
diri sendiri seikat kembang.
tadi malam
rembulan padam. gerimis turun pelan-pelan. di pinggir jalan sebuah stasiun
kereta, seorang gadis dengan luka lebam di dada membeli seikat kembang. gadis
itu ingin menghadiahi dirinya sendiri, menghadiahi kesunyian yang lekas tumbuh
besar dan banyak menuntut.
dengan senyum
kebahagiaan palsu tapi tetap cantik, ia menanggalkan koran pembungkus kembang.
koran bekas isi kabar terbunuhnya seorang polisi. seperti meletakan harapan, ia
hati-hati memasukan satu per satu tangkai kembang ke dalam botol yang juga
bekas. botol bekas air minum yang dalam satu waktu menuntaskan haus dan menampung
air matanya ketika bercakap tentang mantan kekasihnya yang memakan habis cahaya
dalam matanya.
semoga mekar
pagi nanti, bersama matahari, katanya.
(di luar hujan
sudah deras, airnya merembet ke dinding, mengalir menuju mata. sementara
kembang-kembang berusaha mekar, sementara itu pula tidurnya berusaha menghalau
mimpi buruk. ingatan tak bisa ditakar, kenangan tak mampu diukur)
Puisi di atas
karya Mas Ipang. Saya? Saya hanya pembacanya setiap kali kamu meminta saya
membacanya. Seperti kali ini, lagi-lagi, saya diberitahukan olehmu tentang
sebuah sajak yang baru kamu posting pada halaman pribadimu. Tanpa malu-malu,
kamu menceritakan semua tantang saya. Laki-laki yang paling setia menuliskan
saya puisi sejak tahun lalu. Walaupun hanya beberapa, tetapi belum pernah ada
yang seperti ini selain kamu.
Mas Ipang,
terima kasih untuk bait demi bait yang lahir dari setiap pertemuan. Yang kita
rancang sedemikian rupa. Yang selalu BBM dan whatsapp dengan awal “Di mana?”
Pasti seperti itu. Tidak pernah berubah dan terus berulang-ulang. Selalu lebih
dulu merencanakan pertemuan, kadang pertemuan itu terjadi. Kadang harus
berganti ke jadwal berikutnya.
Juga
puisi-puisi, sajak-sajak, kata-kata dan cerita yang kamu rangkai menjadi
baris-baris halus sangat manis di telinga yang belum pernah saya membacanya - itupun jika masih ada lagi.
Mas Ipang, adakah kamu cemburu
setiap tahu, ada laki-laki lain yang menjadi pacar saya? Atau minimal, menjadi
display picture pada BBM saya? Saya bertanya, sebab waktu-waktu dan hadiah-hadiah
pemberianmu tidak bisa mengatakan apa jawabannya. Hanya malam itu, saya melihatmu penuh cinta, merapikan lima tangkai bunga, lalu kamu mengaturnya supaya mereka terlihat cantik di atas meja kerja saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar