Hari ini, dua
kali kamu berganti usia tanpa saya ya? :’) Semuanya tetap indah kan ternyata?
Seperti kata-kata saya dulu, semua, pasti baik-baik saja. Dengan, atau tanpa saya.
Semua yang kamu lakukan, yang kamu harapkan, kamu inginkan, cita-citakan,
doa-doa yang kamu panjatkan, dan segalanya tentang kebaikanmu, akan saya
rekatkan dalam hidupmu dengan aminku kepada-Nya.
Kamu harus
percaya, Tuhan selalu punya cerita yang nggak akan bisa kita duga sebelumnya.
Seperti yang terjadi pada kita. Bertahun-tahun susah payah bertahan,
ujung-ujungnya jatuh juga. Pisah-pisah juga. Dan… selesai, sudah. Mungkin,
waktu tahun lalu kita lagi nangis-nangis berdua, Tuhan sedang menertawakan
kita, atau sedang menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata, “ini anak dua
nggak percaya juga, kalian tuh nggak akan bisa sama-samaaa…!”
Dan terjadilah.
April 2011, bukan lagi menjadi tahun kita. Tepat di tahun ke empat setelah
pertemuan kita itu. Kamu, tapi hari ini kamu baik-baik aja kan? YaSemoga baik
ya, sebab kamu sedang berulang tahun. Dan memang, harusnya kamu selalu baik.
Kamu nggak cocok kalau sakit. Badan kamu itu, bukan badan yang pantas untuk sakit.
Tinggi, besar.
Maaf ya, saya
berdoa dari balik kehadiran yang tidak mampu kamu baca. Mungkin saya akan kalah
dari teman-teman saya yang sudah mendoakanmu secara langsung di hadapanmu, di
akun twittermu, di wall facebookmu, atau apapun. Tapi saya mau sombong, saya
langsung mengucapkannya di hadapan Tuhan saya sekaligus Tuhanmu. Tanpa ada
satupun yang tahu.
Selamat mengulang
23 Tahun, Pria Terhebat. Teman terbaik sepanjang saya hidup dan sepanjang saya
berteman. Semoga Mama-Papa, adik-adik, semakin membanggakanmu. Saya tak ingin
mengganggu apa yang sudah jauh darimu, jika hari itu saya memutuskan untuk
pergi, hari ini saya harus bersedia untuk tidak menghubungi lagi, datang lagi,
menampakkan diri lagi
Saya cupu
banget? Tidak berani masuk ke kehidupan kamu lagi? Bukan, bukan karena tidak
ingin. Tapi saya takutt susah keluar lagi dari hidup kamu. Banyak hal yang saya
nggak suka dari kamu, makannya saya menjauh. Awalnya saya berpikir, perbedaan
akan indah jika dijalani. Tapi lama-lama, akan terpikir, jika perbedaan itu
menjadi penghalang, salah satu dari kita harus mampu mengakhiri. Memang bukan
kamu yang mengakhiri itu. Tapi seolah kamu memberikan kesempatan kepada saya
untuk mengakhiri lebih dulu apa yang tidak bisa kamu akhiri. Sebenarnya kita
sama-sama tidak bisa mengakhiri, tapi akhirnya saya pura-pura bisa. Dan kamu?
Sudahlah. Semua
praduga caci maki yang kamu kirim melalui pesan kepada saya, saya jawab
sekaligus di sini. Juga maaf, untuk menjadi temanmu saja saya tidak mampu. Hm. Pokoknya selamat ulang 23 tahun ya. Kita sudah dewasa, tapi
masih terlalu kanak-kanak untuk sekedar bertatap muka. Kita mungkin sudah
sama-sama kuat untuk jalan sendiri-sendiri, tapi masih terlalu rapuh jika harus
bersinggungan lagi. Saya bingung harus apa. Tapi bagi hidupmu, doa saja sudah
cukup bukan? Selamat ulang tahun, pria hebat. Saya berdoa, kamu akan berdiri
sama hebat dengan siapapun pendampingmu nanti.

kenapa jadi nyesek gitu bacanyaaaa :(
BalasHapus:))
BalasHapus