Saya hampir tidak
percaya, tahun ini, di perayaan hari kelahiranmu, kita berpisah. Kemarin saya
sibuk kesana kemari, melihatmu sedang sibuk bermain fiksi dengan teman-teman
kamu, saya jadi ikut sibuk mencari jaket, sepatu, tempat minum, topi. Seperti saya
yang kamu kenal, saya cari semuanya dengan warna yang senada. Abu-abu, warna
kesukaanmu. Tapi entah kenapa, hati sepertinya enggak ingin lagi mengucapkan
selamat ulang tahun kepadamu. Barang-barang yang sudah saya beli sebagai hadiah
– seperti empat tahun belakangan ini, sempat ingin saya kirimkan via JNE karena
saya masih belum bisa bertemu. Masih terluka karena hari minggu itu. Tetapi
saya pikir lagi, bukankah itu malah seperti drama-drama ala kita dulu?
Maaf ya, jika saya
membiarkan semuanya seperti ini adanya. Maaf, adanya sedang sekacau ini.
Mungkin ini jawaban yang waktu simpan dari beberapa bulan lalu, mengenai
maknanya, biarkan satu-satu tersirat hanya untukku. Kamu tidak perlu khawatir, saya
mengucapkan doa setiap kali saya berkesempatan untuk meminta. Tapi tidak perlu
kamu atau semua orang tahu ketika saya mendoakanmu. Cukup doa ini menjadi
desahan suara antara saya dan Tuhan saja.
Oh iya, selamat
ulang tahun untuk kamu ya, semoga kamu bahagia dan selalu dalam limpahan kasih
sayang-Nya. Semoga semakin matang dan dewasa. Makin mengerti yang dahulu kamu
belum mengerti. Selamat ulang tahun!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar