Rabu, 29 Juni 2011

Cerita Dan Mimpi


Datang lagi, dan terasa sakit lagi. Ternyata, lukanya masih basah. Masih tidak bisa disentuh oleh apapun. Saya kembali ke kota ini, untuk memastikan apakah semua yang pernah saya jalani dengannya sudah lepas dari diri saya. Ternyata, semua ada waktunya. Februari lalu, kota ini menjadi hadiah paling indah darinya. Ia memberikan liburan yang sebebas-bebasnya. Saya boleh mengatur semua jadwal harian selama di sini. Kalaupun ketika itu saya ingin tidur sepuasnya di kota ini, tidak akan menjadi masalah baginya.  Borobudur, Merapi, Parang Tritis, dan sudut kota yang lain. Hari ini? Semua berganti menjai luka tanpanya.

Sebutlah kota ini cerita dan mimpi. Sebuah cerita karena saya pernah menorehkan tinta berisi perjalanan di kota ini. Juga mimpi, kelak suatu hari, saya akan kembali lagi ke kota ini dengan orang yang saya sayangi. Yang datang dan memilih tetap tinggal bersama. Dan saya berharap, ketika kembali lagi ke kota ini, sudah tidak ada lagi tentang kamu di sudut-sudutnya yang sempit. Dan semoga, kamu berhenti mengintai setiap kali saya ada di tempat ini. Tidak seperti kemarin, yang tiba-tiba menghubungi dan mencoba mengingat-ingat lagi tentang kita di sini. Semua sudah selesai. Sekarang tinggal mimpi-mimpi saya yang ingin saya bangun di sini. Bukan kamu lagi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar