Saya bukan orang
pintar yang bisa menafsirkan berapa lama lagi waktu kita bersama dengan
angka-angka. Saya juga bukan siapa-siapa yang bisa menjamin apapun yang terbaik
bagi kita. Saya hanya sayang sama kamu, saya hanya melakukan yang terbaik buat
kamu, saya hanya saya dan saya hanya punya kamu.
Waktu kita
sedang bertengkar, saya selalu berdoa setelah apa yang terburuk ini saya
ciptakan, akan saya tawarkan sesuatu yang lebih baik dari yang pernah ada. Tapi
saya bukan tidak ingin berbuat apa-apa, kali ini saya benar-benar hanya menitipkan
semua padamu. Saya percaya sekali, karena memang tidak ada yang lain lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar